Memang bagus kita mempelajari itu, apalagi Indonesia ini terkenal cukup berkembang pesat di sisi pariwisatanya, sehingga ada tiga zona pariwisata yang sudah terkenal di luar negeri (seperti Bali, Toraja dan Aceh). Sehingga semakin banyak wisatawan dari luar berkunjung dan menikmati keindahan yang nusantara miliki, dan semakin banyak peluang kerja di bidang tersebut. Selain itu menambah tingkat perekonomian negara dari sektor pariwisata ini. Dalam politikpun juga membina hubungan negara Indonesia sendiri dengan negara yang lain. Sehingga tampaklah masyarakat Indonesia bisa berjuang ataupun berprestasi ke tingkat internasional.
Namun terkadang pemakainnya ada yang melewati batas seperti yang sudah banyak kita temui pada anak jaman sekarang yang biasa diperoleh melalui media yang sangat menarik perhatian masyarakat pastinya. Terkadang terdengar tidak terlalu mendidik, yang mengakibatkan menurunnya eksistensi bahasa daerah dan bahasa persatuan kita yaitu bahasa Indonesia. Ini diperparah dengan realita sekarang, yaitu adanya pemakaian bahasa Indonesia yang amburadul, berbaur dengan bahasa asing yang belum benar-benar diserap menjadi kata baku, seperti munculnya bahasa yang alay biasanya digunkan agar terlihat gaul, namun tidak wajar dan keluar dari makna yang sesungguhnya bahkan norma-nirma yang berlaku di Indonesia ini, dimana telah merajalela di kalangan anak-anak muda dan kaum tua (seringkali saya jumpai dan mendengar keluhan mengenai itu).
Bahkan pada akhirnya, bahasa kita bisa mati, karena tergilas oleh bahasa asing. Maka, eksistensi bahasa persatuan yang telah diperjuangkan pada 28 Oktober 1928 oleh Sumpah Pemuda dan niali kerukunan dan kebudayaan Indonesia, semakin dilematis. Jujur cukup menarik, perjalanan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu suku-suku maupun daerah-daerah di Nusantara yang pada dasarnya memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Namun ada hal lain pula yang harus diperhatikan, yaitu keberlangsungan bahasa persatuan, maka pemakaian bahasa asing dalam interaksi sosial, jangan sampai menjadi penyebab terpinggirkannya bahasa Indonesia.
Sekali lagi ditegaskan bahwa bahasa adalah alat pemersatu kerukunan hidup bukan pemecah persatuan. Jangan sampai kita mendapatkan boomerang dari bahasa yang kita cintai. Dari disinilah kita bisa memosisikan bahasa Indonesia sebagai pemersatu. Jadi tidak hanya lidah yang tak bertulang namun dalam menggunakan bahasa dari luar juga mesti hati-hati agar tidak menimbulkan masalah pertengkaran hingga merusak nilai kerukunan dalam hidup ini.
Maka dari itu kita yang mahasiswa sebagai salah satu genarasi muda mesti sadar akan satu bahasa persatuan kita yaitu bahasa Indonesia, kemudian integritas dengan pemakaian bahasa asing jangan sampai menjadi pemecah persatuan kita, dan bergeraklah menjaga keutuhan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekarang tergantung kita sebagai mahasiswa pembawa warisan budaya dan yang telah diperjuangkan oleh para kaum pemuda sebelumnya pada waktu itu. Tunjukkan rasa semangat pemuda dan nasionalisme kita terhadap negara kita sendiri agar bisa lebih mandiri dari yang lain sehingga bisa kita menjaga bahasa tercinta yang sudah menjadi karakteristik Indonesia sendiri untuk genarasi berikutnya. Demikian artikel yang saya buat sebagai penutupnya terimakasih atas kesempatannya saya juga ucapakan Selamat Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda Indonesia.
Maka dari itu kita yang mahasiswa sebagai salah satu genarasi muda mesti sadar akan satu bahasa persatuan kita yaitu bahasa Indonesia, kemudian integritas dengan pemakaian bahasa asing jangan sampai menjadi pemecah persatuan kita, dan bergeraklah menjaga keutuhan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekarang tergantung kita sebagai mahasiswa pembawa warisan budaya dan yang telah diperjuangkan oleh para kaum pemuda sebelumnya pada waktu itu. Tunjukkan rasa semangat pemuda dan nasionalisme kita terhadap negara kita sendiri agar bisa lebih mandiri dari yang lain sehingga bisa kita menjaga bahasa tercinta yang sudah menjadi karakteristik Indonesia sendiri untuk genarasi berikutnya. Demikian artikel yang saya buat sebagai penutupnya terimakasih atas kesempatannya saya juga ucapakan Selamat Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda Indonesia.
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dan tulisan ini adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.





